Blog Mas Iron
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Maret 2013

DOWNLOAD BUKU ELEKTRONIK SMP KELAS 7


DOWNLOAD BUKU ELEKTRONIK SMP KELAS 7

Penunjang Belajar Matematika
Kelas 7
Pengarang Dame Rosida Manik
Penerbit Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2009
Baca Online Download Media Pendukung

PKn Menumbuhkan Nasionalisme dan Patriotisme
Kelas 7
Pengarang Lukman Surya Saputra
Penerbit Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2009
Baca Online Download Media Pendukung

Bahasa Indonesia Memperkaya Wawasanku
Kelas 7
Pengarang Agus Supriyatna, Siti Maryam
Penerbit Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2009
Baca Online Download Media Pendukung

Sudut Bumi IPS Terpadu
Kelas 7
Pengarang Kurtubi
Penerbit Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2009
Baca Online Download Media Pendukung

Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas 7
Pengarang Asep Suryatna, Enjah Takari R.
Penerbit Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2009
Baca Online Download Media Pendukung

UNTUK LEBIH DETAILNYA SILAHKAN ANDA KUNJUNGI

Sumber : http://bse.kemdiknas.go.id/index.php/buku/bukusmp

Jumat, 15 Maret 2013

SMPN 2 BEJI KABUPATEN PASURUAN

 SMP NEGERI 2 BEJI
KABUPATEN PASURUAN JAWA TIMUR
Alamat : Jalan Raya Bangil-Pandaan KM 2 Gunungsari Beji

A. LATAR BELAKANG

Kurikulum dikembangkan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah. 

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SMP Negeri 2 Beji Kabupaten Pasuruan tahun pelajaran 2008-2009 merupakan salah satu bentuk realisasi kebijakan desentralisasi di bidang pendidikan agar kurikulum benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengembangan potensi peserta didik baik di masa sekarang maupun yang akan datang dengan mempertimbangkan kepentingan lokal, nasional dan tuntutan global dengan semangat Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). 

Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SMP Negeri 2 Beji Kabupaten Pasuruan tahun pelajaran 2008-2009 disusun dengan memperhatikan potensi daerah yang dapat dimanfaatkan demi pengembangan mutu lulusan. Misalnya pengembangan muatan lokal berupa mata pelajaran tata busana dan tata boga dimasukkan dalam struktur kurikulum mengingat masyarakat sekitar SMP Negeri 2 Beji banyak yang mengembangkan home industri berupa : Bordir, Konveksi, Kerajinan Kopiah, Busana Muslim, Sarung serta usaha garmen rumahan.

Disamping pengembangan mata pelajaran mulok yang dikaitkan dengan potensi wilayah sekitar sekolah, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SMP Negeri 2 Beji Kabupaten Pasuruan tahun pelajaran 2008-2009 juga memberikan ruang kepada semua mata pelajaran untuk mengadopsi dan memanfaatkan potensi sumber keilmuan yang ada di sekitar sekolah, misalnya: Kebun Raya Purwodadi, Taman Safari Prigen, Lapan, Gardu Induk PLN Bangil, Balai Penelitian Hama di Pandaan, UDIKLAT PLN Pandaan, Situs-situs Purbakala , Pusat-pusat Industri/Home Industri yang ada di sekitar sekolah dan lain-lain untuk diintegrasikan kedalam materi pembelajaran. Tersusunnya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SMP Negeri 2 Beji Kabupaten Pasuruan tahun pelajaran 2008-2009 diharapkan dapat memberikan peningkatan yang signifikan pada profesionalime guru serta mutu lulusan.

B. LANDASAN HUKUM 

Landasan hukum yang digunakan sebagai dasar penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SMP Negeri 2 Beji Kabupaten Pasuruan tahun pelajaran 2008-2009 adalah sebagai berikut : 
  1. Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 
  2. Undang-undang nomor 22 tahun 2004 tentang Otonomi Daerah 
  3. Undang-undang nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 
  4. Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP)
  5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah 
  6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
  7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 22 tahun 2006 Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. 
  8. Panduan Penyusunan KTSP yang disusun oleh BSNP

Sabtu, 23 Februari 2013

6 Soal Test IQ dan EQ ala IMAM AL-GHOZALI

Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu ia memberikan 6 soal kepada mereka untuk ‘mengetes’ IQ dan EQ, coba kalian bisa menjawab gak?? please jangan liat jawabannya dulu, tapi coba jawab dulu soalnya… biar seru :)
Pertanyaan pertama :
1. Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia?
Murid-murid ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi menurut Imam Ghozali yang paling dekat dengan manusia adalah mati. Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati.
(lihat QS. Ali Imran ayat 185)
Lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan yang ke dua :
2. Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?
murid-murid ada yang menjawab negara cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam Ghozali menjelaskanbahwa semua jawaban mereka benar. Tapi yang paling benar adalah masa lalu. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ki masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari- hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.
Lalu Imam Ghozali melanjutkan dengan pertanyaan yang ketiga :
3. Apa yang paling besar di dunia ini?
murid-murid ada yang menjawab gunung, bumi dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah nafsu (Al Araf). Maka. Kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.
Lalu Imam Ghozali melanjutkan dengan pertanyaan keempat yaitu:
4. Apa yang paling berat di dunia ini?
Ada yang menjawab dengan baja, besi, dan gajah, semua jawaban itu benar. Tapi yang palaing berat adalah memegang amanah Sebagaimana Firman Allah dalam surat Aahzab ayat 72. tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi [permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.
Lalu Imam Ghozali melanjutkan dengan pertanyaan kelima yaitu:
5. Apa yang paling ringan di dunia ini?
ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan Sholat. Gara-gara kerja kita meninggalkan sholat, gara-gara meeting kita meninggalkan sholat.
Lantas pertanyaan yang keenam :
6. Apakah yang paling tajam di dunia ini?
Murid- murid serempak, pedang. Benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling adalah lidah manusia. Karena melalaui lidah, manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudara sendiri!!!
Laa haula walaa kuuwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adhiim
moga bisa bermanfaat… pesan ini disampaikan oleh Mas Iron...

Minggu, 17 Februari 2013

PENULISAN DAN PENGGUNAAN GELAR PERGURUAN TINGGI


Tidak dipungkiri kita sering dibingungkan dengan penulisan gelar seseorang terlebih kini sudah banyak gelar yang bisa digunakan dan tentunya ditempel di nama kita.
Mencoba telusuri dari google, saya menemukan beberapa referensi diantaranya dari kopertis dan anneahira.com
Saya copas saja sekalian untuk arsip juga :)
Dahulu gelar akademik hasil lulusan perguruan tinggi dalam negeri umumnya hanya dua macam, yakni Drs. (doktorandus) dan Dra. (doktoranda). Doktorandus untuk laki-laki, sedangkan doktoranda untuk perempuan. Kedua gelar yang berasal dari bahasa Belanda ini diberikan tanpa memandang disiplin keilmuan yang pernah diikuti.

Namun, sejak keluarnya Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 036/U/1993 tentang Gelar dan Sebutan Lulusan Perguruan Tinggi, pemberian dan cara penulisan gelar seperti di atas tidak berlaku lagi.

Pemberian dan cara penulisan gelar kini mengikuti keputusan tersebut dan penulisannya mengikuti ketentuan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD).

Berbagai Cara Penulisan Gelar yang Benar

Simak cara penulisan gelar di bawah ini sebelum memasuki pembahasan lebih lanjut:

1. Cara Penulisan Gelar Sarjana (S1)
  • S.P. (sarjana pertanian)
  • S.Pd. (sarjana pendidikan)
  • S.Pd.I. (sarjana pendidikan Islam)
  • S.Psi. (sarjana psikologi)
  • S.Pt. (sarjana peternakan)
  • S.E. (sarjana ekonomi)
  • S.Ag. (sarjana agama)
  • S.Fil. (sarjana filsafat)
  • S.Fil.I. (sarjana filsafat Islam)
  • S.H. (sarjana hukum)
  • S.H.I. (sarjana hukum Islam)
  • S.Hum. (sarjana humaniora)
  • S.I.P. (sarjana ilmu politik)
  • S.Kar. (sarjana karawitan)
  • S.Ked. (sarjana kedokteran
  • S.Kes. (sarjana kesehatan)
  • S.Kom. (sarjana komputer)
  • S.K.M. (sarjana kesehatan masyarakat)
  • S.S. (sarjana sastra)
  • S.Si. (sarjana sains)
  • S.Sn. (sarjana seni)
  • S.Sos. (sarjana sosial)
  • S.Sos.I. (Sarjana Sosial Islam)
  • S.T. (sarjana teknik)
  • S.Th. (sarjana theologi)
  • S.Th.I. (sarjana theologi Islam)
2. Cara Penulisan Gelar Magister (S2)
  • M.Ag. (magister agama)
  • M.E. (magister ekonomi)
  • M.E.I. (magister ekonomi Islam)
  • M.Fil. (magister filsafat)
  • M.Fil.I. (magister filsafat Islam)
  • M.H. (magister hukum)
  • M.Hum. (magister humaniora)
  • M.H.I. (magister hukum Islam)
  • M.Kes. (magister kesehatan)
  • M.Kom. (magister komputer)
  • M.M. (magister manajemen)
  • M.P. (magister pertanian)
  • M.Pd. (magister pendidikan)
  • M.Pd.I. (magister pendidikan Islam)
  • M.Psi. (magister psikologi)
  • M.Si. (magister sains)
  • M.Sn. (magister seni)
  • M.T. (magister teknik)
3. Cara Penulisan Gelar Doktor (S3)
  • Dr (doktor)
4. Cara Penulisan Gelar Diploma
  • Diploma satu (D1), sebutan profesional ahli pratama, disingkat A.P.
  • Diploma dua (D2), sebutan profesional ahli muda, disingkat A.Ma.
  • Diploma tiga (D3), sebutan profesional ahli madya, disingkat A.Md.
  • Diploma empat (D4), sebutan profesional ahli, disingkat A.

Cara Penulisan Gelar Menurut EYD

Cara penulisan gelar akademik mengikuti aturan yang berlaku dalam EYD, yaitu pada aturan tentang penulisan singkatan, pemakaian tanda titik (.), dan pemakaian tanda koma (,). Ketentuan lengkapnya sebagai berikut:
  1. Setiap gelar ditulis dengan tanda titik sebagai antara antarhuruf pada singkatan gelar yang dimaksud.
  2. Gelar ditulis di belakang nama orang.
  3. Antara nama orang dan gelar yang disandangnya, dibubuhi tanda koma.
  4. Jika di belakang nama orang terdapat lebih dari satu gelar, maka di antara gelar-gelar tersebut disisipi tanda koma.
Contoh: Muhamad Ilyasa, S.H., S.E., M.M. Di antara nama dan gelar, terdapat tanda koma. Di antara ketiga gelar, juga terdapat tanda koma. Di antara huruf-huruf singkatan gelar, diberi tanda titik.

Jika di antara nama dan gelar tidak dibubuhi tanda koma, maka penulisan gelar tersebut salah dan singkatan tersebut tidak bermakna gelar, melainkan bisa bermakna nama keluarga, marga, dan sebagainya. Jadi, Muhamad Ilyasa SH (tanpa koma di antara nama dan SH) bisa berarti Muhamad Ilyasa Sutan Harun atau Muhamad Ilyasa Saleh Hamid, dan sebagainya.

Penulisan gelar harus di belakang nama orang, cara penulisan gelar di depan nama orang adalah salah.
dari sumber lain kopertis12.or.id:
JENIS GELAR AKADEMIK
Pasal 6
Gelar akademik terdiri atas Sarjana, Magister dan Doktor.
Pasal 7
Penggunaan gelar akademik Sarjana dan Magister ditempatkan di belakang nama yang berhak atas gelar yang bersangkutan dengan mencantumkan huruf S., untuk Sarjana dan huruf M. untuk Magister disertai singkatan nama kelompok bidang keahlian.
Pasal 8
Penetapan jenis gelar dan sebutan serta singkatannya sesuai dengan kelompok bidang ilmu dilakukan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi bersamaan dengan pemberian ijin pembukaan program studi berdasarkan usul dari perguruan tinggi yang bersangkutan sesuai dengna norma dan kepatutan akademik.
Pasal 9
Gelar akademik Doktor disingkat Dr. ditempatkan di depan nama yang berhak atas gelar yang bersangkutan.
JENIS SEBUTAN PROFESIONAL
Pasal 10
Penggunaan sebutan profesional dalam bentuk singkatan ditempatkan di belakang nama yang berhak atas sebutan profesional yang bersangkutan.
Pasal 11
(1) Sebutan profesional lulusan Program Diploma terdiri atas :
  • a. Ahli Pratama untuk Program Diploma I disingkat A.P.
  • b. Ahli Muda untuk Program Diploma II disingkat A.Ma.
  • c. Ahli Madya untuk Program Diploma III disingkat A.Md.
  • d. Sarjana Sains Terapan untuk Program Diploma IV disingkat SST
(2) Singkatan sebutan profesional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditempatkan di belakang nama yang berhak atas sebutan tersebut.
referensi:
  • http://www.anneahira.com/cara-penulisan-gelar.htm
  • http://www.kopertis12.or.id/2011/01/05/penulisan-dan-penggunaan-gelar-perguruan-tinggi.html

sumber: http://www.putragaluh.web.id/blog/show/penulisan-dan-penggunaan-gelar-perguruan-tinggi.html